• Perencanaan untuk Semi-Pensiun dari Bisnis Keluarga
Article:

Perencanaan untuk Semi-Pensiun dari Bisnis Keluarga

05 November 2019

Meskipun perubahan tidak bisa dihindari, hal ini adalah sesuatu yang jarang dieksekusi dengan baik. Konsekuensinya adalah terganggunya stabilitas hingga bisa mengancam kelangsungan hidup, terutama dalam suatu bisnis keluarga. Menurut survei dari Family Business Institute, 88% pemilik bisnis keluarga percaya bahwa keluarga mereka akan terus mengendalikan bisnis selama lima tahun ke depan. Pada kenyataannya, hanya 30% dari bisnis keluarga yang sukses bertransisi ke Generasi Kedua, sekitar 10% turun ke Generasi Ketiga, dan hanya 3% yang bertahan hingga Generasi Keempat atau lebih.

Penelitian menunjukkan perlunya perencanaan regenerasi yang bijaksana dari pemilik bisnis keluarga, terutama ketika bisnis beralih dari “Generasi Pendiri” ke “Generasi Berikutnya”. Bagi banyak pendiri bisnis keluarga, menyerahkan kendali kepada Generasi Selanjutnya berarti bergerak secara bertahap menuju masa pensiun. Semi-pensiun mengacu secara luas ketika seseorang menghabiskan lebih sedikit jam dan/atau mengurangi tanggung jawab di tempat kerja. Setelah menginvestasikan begitu banyak waktu dan energi ke dalam bisnis, tidak heran banyak pendiri merasa sangat sulit untuk "melepaskan" pekerjaan mereka.

Sekilas, semi-pensiun tampak seperti proses regenerasi alami. Pendiri dapat menghabiskan lebih sedikit waktu di kantor dan lebih banyak waktu mengejar kepentingan pribadi lainnya. Selain itu, ia tetap dapat diakses oleh orang-orang yang sekarang menjalankan bisnis, memastikan nasihat dan bimbingan mereka masih dapat didapatkan untuk kepentingan bisnis. Pertanyaannya kemudian adalah: apa yang dimaksud dengan “lebih sedikit jam kerja” dan “berkurangnya tanggung jawab”? Apa peran yang akan dijalankan pendiri dalam masa semi-pensiunannya? Berapa banyak keterlibatan yang akan terus dimiliki pendiri dalam operasional bisnis?

Apakah pendiri masih berhak atas kompensasi yang sama, bahkan jika ia tidak lagi aktif menjalankan bisnis? Dalam praktiknya, semi-pensiun sulit untuk dilaksanakan jika belum direncanakan dengan cermat dan teliti. Hal ini terjadi karena konsep semi-pensiun tidak memiliki definisi yang baku dan diberlakukan oleh pemilik bisnis yang berbeda dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing.

Meskipun pengaturan tersebut mungkin menguntungkan bagi pendiri, semi-pensiun mungkin tidak bermanfaat bagi bisnis. Bukan hal yang aneh bagi pendiri untuk menjadi Ketua Dewan, untuk memberi jalan bagi penerus yang mereka pilih untuk mengambil alih jalannya perusahaan. Ketika perusahaan publik harus mematuhi tata kelola perusahaan dan pedoman pelaporan yang ketat, sebagian besar bisnis keluarga dimiliki secara pribadi dan bahkan mungkin tidak memiliki Dewan Direksi. Perusahaan juga terkadang memiliki Dewan Direksi yang anggota berasal dari beberapa keluarga atau berisi karyawan yang telah lama setia kepada sang pendiri bisnis. Akibatnya, proses yang tampaknya alami ini dapat menciptakan masalah tata kelola bagi perusahaan.

Lebih lanjut, sang pendiri dapat terus mendikte bagaimana bisnis keluarga dijalankan, sehingga merusak tujuan dari proses regenerasi ini. Oleh karena itu, pendiri bisnis harus bisa memetakan dengan baik hal-hal apa saja yang dirinya tidak tangani sehingga menjadi pintu masuk bagi sang penerus ke dalam bisnis.

Ada beberapa masalah utama yang perlu dipertimbangkan:

1. Memiliki Rencana (Realistis): Rencana regenerasi yang efektif perlu dipupuk dengan hati-hati dan dapat memakan waktu lima hingga sepuluh tahun untuk diterapkan. Oleh karena itu, pendiri perlu menetapkan kerangka waktu yang realistis dalam proses penyerahan kekuasaan demi memastikan jalannya bisnis tidak terganggu.

2. Pikirkan Jangka Panjang: Membangun visi dan tujuan jangka panjang bisnis sangat penting untuk keberhasilan yang berkelanjutan, terutama ketika pendiri mundur dari kegiatan operasional sehari-hari. Informasi ini harus dikomunikasikan kepada Generasi Selanjutnya dengan melibatkan mereka dalam proses penyerahan sedini mungkin. Selain rencana regenerasi formal, Generasi Selanjutnya harus diperkenalkan ke semua aspek bisnis.

3. Pengetahuan adalah Kunci: Pengganti yang dipilih harus diberikan informasi dan pelatihan sebanyak mungkin untuk memudahkannya masuk ke peran barunya. Khususnya dalam bisnis keluarga, modal sosial dan jaringan sama pentingnya dengan pengetahuan teknis dan pengalaman dalam berkontribusi pada kesuksesan bisnis yang berkelanjutan. Pendiri harus memastikan bahwa ia tetap dapat diakses sepenuhnya oleh penerus, terutama selama periode penyerahan kekuasaan.

4. Tetapkan Batas: Pendiri perlu mendefinisikan dengan jelas apa peran barunya dalam bisnis setelah penyerahan kekuasaan kepada penerus. Kejelasan ini akan menguntungkan baik pendiri maupun penerusnya, karena kedua belah pihak akan memahami dengan jelas di mana tanggung jawab mereka masing-masing. Stakeholder kunci dalam bisnis juga harus disadarkan akan peran pendiri dan penerusnya. Yang terpenting, pendiri perlu memastikan batas-batas ini sepenuhnya dihormati untuk transisi yang sukses dan lancar.

5. Beranjak dari Satu Hal ke Hal Lain: Tidak masuk akal jika mengharapkan pendiri untuk mundur sepenuhnya dari bisnis. Sebagai bagian dari perencanaan regenerasi, pendiri harus merencanakan jalan keluarnya sendiri dari bisnis ke dalam kegiatan lain yang mungkin ingin dilakukan. Sambil terus melayani dalam kapasitas sebagai penasihat, pendiri akan memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi hobinya atau hal lain yang sebelumnya tidak sempat ia lakukan.

6. Tetap pada Rencana Awal: Demi tercapainya tujuan, pendiri harus mengikuti rencana regenerasi yang telah dibuat. Sedikit penyesuaian bisa dilakukan hanya jika benar-benar diperlukan. Namun, pendiri harus tetap fleksibel untuk membuat perubahan jika situasi di sekitar bisnis berubah secara signifikan. Keberhasilan bisnis keluarga antar generasi dibangun di atas kesabaran dan ketekunan, tetapi diawali dengan perencanaan regenerasi yang cermat. Ketika diterapkan secara efektif, proses semi-pensiun pendiri dari bisnis akan membuahkan hasil terbaik.

Luasnya pengalaman dan pengetahuan sang pendiri akan terus memberi manfaat bagi bisnis saat penerusnya sedang beralih ke peran barunya. Sebagai pendiri, Anda sekarang dapat sepenuhnya menikmati hasil kerja Anda - dan waktu luang yang baru Anda temukan.

Ditulis oleh BDO Consultants Pte Ltd

Artikel ini pertama kali muncul di 2015 Singapore Family Office Guide dan diterbitkan oleh Low Capital Management.

 

Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut mengenai bisnis yang Anda jalani, silakan hubungi para ahli kami:

Athanasius Tanubrata

Advisory Managing Director

[email protected]

Josephine Tam

Associate Director at BDO Consultants Pte Ltd

[email protected]