• Keunggulan dan Kerugian Bisnis Keluarga
Article:

Keunggulan dan Kerugian Bisnis Keluarga

20 November 2019

Ada banyak contoh bisnis keluarga yang sukses di Asia, perusahaan besar seperti Hyundai Group, Samsung, Wahaha Group, Hong Leong Group, dan LKK Group adalah beberapa contoh perusahaan yang terdaftar di pasar saham dan telah unggul dari pesaing mereka di pasar. Kesuksesan bisnis menjadikan perusahaan ini tujuan untuk berkarier. Selain hal tersebut, adakah faktor lain yang membuat bisnis keluarga lebih dipilih?

Kolaborasi dan kompromi

Keluarga atau pasangan adalah orang-orang yang akan Anda hadapi setiap hari di rumah, dan di tempat kerja jika Anda bekerja di suatu bisnis keluarga. Karena Anda telah mengenal anggota keluarga, hal ini tentu mengurangi kebutuhan menjalankan orientasi karyawan, serta waktu penyesuaian yang diperlukan oleh karyawan yang baru bergabung. Mengetahui karakteristik, kekuatan, dan kelemahan setiap anggota keluarga membuat diskusi pekerjaan menjadi lebih mudah, membuat alokasi tugas lebih akurat, dan pertukaran informasi menjadi lebih nyaman.

Tujuan yang sama

Menjadi anggota dalam bisnis keluarga, juga berarti semua anggotanya memiliki hubungan yang baik, dan membawa tujuan yang sama untuk bisnis − berkontribusi pada kemajuan perusahaan keluarga saat ini dan untuk generasi selanjutnya. Untuk memastikan perusahaan tetap 'exists' selama beberapa generasi ke depan, manajemen bisnis keluarga cenderung memiliki visi dan rencana bisnis yang lebih mapan. Anggota keluarga yang juga merupakan pemegang saham utama perusahaan akan bekerja untuk tujuan yang sama karena mereka adalah yang paling diuntungkan jika bisnis berkembang.

Komitmen yang kuat dan penghargaan yang lebih tinggi

Untuk mempertahankan bisnis, para anggota keluarga sering kali berkomitmen dan loyal untuk memastikan keberhasilan bisnis. Banyak anggota keluarga telah bekerja dalam waktu yang lama dan masa jabatan mereka di perusahaan biasanya jauh lebih lama dibandingkan dengan karyawan di perusahaan multinasional. Selain itu, untuk menghargai kerja keras, paket kompensasi yang diterima anggota keluarga biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan standar pasar. Dilihat dari sudut pandang jangka panjang, anggota keluarga juga telah memegang posisi selama bertahun-tahun sehingga mereka telah memiliki pengalaman yang cukup dalam bisnis, serta telah membangun hubungan dan jaringan yang kuat dengan para pemangku kepentingan, pelanggan, dan perusahaan lain dalam industri ini.

Inilah beberapa contoh keuntungan bekerja di suatu bisnis keluarga. Meskipun demikian, ada juga beberapa kerugiannya.

Perencanaan regenerasi yang sukses

Ada pepatah Cina yang mengatakan 'kekayaan tidak pernah bertahan tiga generasi'. Regenerasi dalam bisnis keluarga tidak hanya merujuk pada perpindahan kepemimpinan, tetapi juga transfer kepemilikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ketika bisnis diturunkan dari generasi ke generasi, bersama dengan perubahan dalam kepemimpinan dan pemangku kepentingan, minat dan tujuan bisnis juga berubah.

Seiring dengan perubahan dalam bisnis keluarga, para pemimpin sebelumnya mungkin menolak perubahan dan keputusan yang diambil oleh penerus serta mulai mempertanyakan kemampuan penerus dan juga membandingkan dengan proses kerja mereka. Perlawanan semacam itu dapat menghambat proses transisi kepemimpinan antar generasi dan berdampak negatif pada bisnis.

Manajemen konflik

Pandangan, harapan, nilai-nilai, dan gaya kepemimpinan yang berbeda terkait pengelolaan bisnis, antar anggota keluarga sering menyebabkan konflik dan ketegangan. Misalnya, saudara kandung memiliki nilai-nilai yang sama karena dibesarkan dalam satu lingkungan rumah tangga. Namun, saudara sepupu mungkin memiliki pandangan yang berbeda karena mereka tinggal di lingkungan yang juga berbeda. Sering kali, pandangan yang berbeda menyebabkan konflik terutama jika tiap pihak tidak mau berkompromi satu sama lain. Selain itu, kesenjangan dalam komunikasi dan kegagalan untuk mengelola harapan satu sama lain juga dapat menimbulkan konflik.

Konflik dan ketegangan semacam itu tidak hanya akan berdampak secara emosional pada seseorang tetapi juga merusak hubungan keluarga dan bisnis, yang pada akhirnya membahayakan bisnis keluarga.

Meskipun banyak bisnis keluarga telah mendominasi berbagai industri dan memiliki kinerja luar biasa, kita semua memahami bahwa regenerasi merupakan fase penting bagi banyak bisnis keluarga. Tidak mengherankan banyak bisnis keluarga gagal pada fase ini. Agar fase ini bisa berjalan lancar, penting bagi semua pihak untuk terbuka terhadap berbagai pendapat, nilai, kebutuhan, dan harapan serta kompromi satu sama lain dalam menghadapi perbedaan.

Ditulis oleh Low Hui Xin, Konsultan BDO Pte Ltd

 

Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut mengenai bisnis yang Anda jalani, silakan hubungi para ahli kami:

Athanasius Tanubrata

Advisory Managing Director

[email protected]

Josephine Tam

Associate Director at BDO Consultants Pte Ltd

[email protected]