• Bagaimana Masa Depan Bisnis Keluarga?
Article:

Bagaimana Masa Depan Bisnis Keluarga?

26 November 2019

Bagian1

"Kekayaan keluarga tidak akan bertahan hingga generasi ketiga." Apakah ini nasib bisnis keluarga pada umumnya?

Bisnis keluarga adalah model tertua dari suatu organisasi perusahaan. Saat ini bisnis keluarga sangat umum di negara maju dan berkembang. Bisnis keluarga tidak hanya memiliki model organisasi perusahaan khusus, tetapi juga memiliki gaya yang unik.Karakteristiknya bergantung pada penguasaan bisnis keluarga dan kepemilikan ada di tangan anggota keluarga berdasarkan hubungan darah atau kekerabatan.

Dalam banyak bisnis keluarga, ada permasalahan yang biasanya disembunyikan. Apakah bisnis keluarga mampu menghancurkan stigma "sukses di tiga generasi"? Model regenerasi seperti apa yang ideal? Apa saja kriteria dan kualitas yang dimiliki oleh seorang “penerus”? Apakah seorang "penerus" dipilih berdasarkan garis keturunan atau orang yang dianggap kompeten?

Menjalankan manajemen perusahaan keluarga adalah hal yang sangat menantang. Keluarga cenderung berfokus pada hubungan, emosi, dan gagasan di antara anggota keluarga. Sebaliknya, manajemen perusahaan berfokus pada sinkronisasi dengan keadaan pasar untuk memastikan bahwa bisnis tumbuh dengan lancar dan bergerak maju. Lalu bagaimana kita bisa menyeimbangan antara keluarga, bisnis, dan kepemilikan? Saat ketiga hal  tersebut dibandingkan, pertentangan akan muncul secara alami.

Untuk menciptakan harmoni dalam keluarga, anggota keluarga harus memiliki tujuan bersama, dan bekerja bersama demi kesuksesan bisnis. Sangat disayangkan bahwa kita sering mengabaikan prinsip sederhana dari "sapu lidi – satu lidi tidak akan berguna, namun seikat lidi amat bermanfaat".

Saat melihat beberapa berita yang berkaitan dengan bisnis keluarga, Anda mungkin menyadari bahwa alasan di balik permasalahan dalam bisnis keluarga adalah karena kurangnya komunikasi dan ketidakpercayaan di antara anggota keluarga, sehingga anggotanya saling curiga, salah paham, dan akhirnya berkembang menjadi konflik. Beberapa bisnis keluarga bahkan membawa perselisihannya ke jalur hukum.

Apakah ini kondisi yang ingin dilihat oleh sang pendiri bisnis? Setelah bertahun-tahun bekerja, dengan berbagai pencapaian yang didapat, pasti dia ingin mewarisi bisnis ke generasi berikutnya demi masa depan mereka, namun ternyata yang terjadi adalah perselisihan dan kehancuran keluarga.

Para pendiri bisnis keluarga umumnya melakukan kesalahan yang sama. Mereka berpikir bahwa mereka memahami gagasan dan keinginan seluruh anggota keluarga. Sayangnya, sering kali fakta berkata lain. Sebagai contoh dalam suatu bisnis keluarga, terutama "ayah dan anak". Ayah akan berpikir bahwa ia memiliki cara yang baik untuk mewarisi bisnis keluarga kepada putranya. Namun, apakah ini yang diinginkan sang anak? Jika harus memilih, sang anak akan lebih memilih membangun karirnya sendiri. Mengambil alih bisnis keluarga hanya sekadar rasa tanggung jawab dan bakti pada orang tua.

Bayangkan jika terjadi salah paham antara anggota keluarga. Hampir tidak ada platform yang memfasilitasi interaksi. Anggota keluarga tidak dapat menyampaikan ketidakpuasannya, sehingga mengubur keluhan, pendapat, dan gagasan di bagian terdalam hatinya.

Ketika kontradiksi muncul, konflik bisa saja terjadi, dan akibatnya akan sangat luas. Komunikasi adalah hal penting, yang berperan menjaga hubungan antara anggota keluarga. Komunikasi yang baik dan ideal harus melibatkan semua pihak, dan kerja sama antar anggota keluarga sangatlah diperlukan.

 

Artikel ini ditulis oleh Roger Loo dan Josephine Tam - BDO Consultants Pte Ltd.

Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut mengenai bisnis yang Anda jalani, silakan hubungi para ahli kami:

Athanasius Tanubrata

Advisory Managing Director

[email protected]

Josephine Tam

Associate Director at BDO Consultants Pte Ltd

[email protected]